do = f(4 Ketuk)

Ayat 1.
Haleluya Pujilah
Allah Yang Agung, Maha Esa
Dalam Kristus Kita Kenal
Allah Yang Hidup, Bapa Kekal

Langit buana semesta
Patut memuji kuasaNya
Karna berkat-Nya tak henti
limpah kasih-Nya tak terperi

Ayat 2.
Wahai dunia, soraklah
Angkat suaramu, nyanyilah
Tabuhlah tifa dan gendang
Iringi puji dalam tembang

Langit buana semesta
Patut memuji kuasaNya
Karna berkat-Nya tak henti
limpah kasih-Nya tak terperi
Situasi yang buruk selalu menjadi mimpi buruk bagi semua orang tanpa terkecuali, tidak ada orang yang bisa menolaknya, namun ada beberapa orang yang bisa keluar dari situasi ini sebagai pemenang sedangkan sebagiannya lagi tinggal dalam kekalutan atau depresi. Dalam depresipun ada yang depresi biasa, yang mudah dikuatkan untuk bangkit kembali. Ada yang depresi menengah, yang membutuhkan waktu dan pendampingan selama jangka waktu tertentu dan kembali menjadi pulih sedangkan yang terakhir adalah depresi parah atau depresi dalam. Ini memerlukan waktu yang tidak sedikit namun sangat membutuhkan pertolongan atau pendampingan terus menerus. Jika depresi terjadi pada orang dekat atau yang kita kenal apa yang harus dilakan? saya mengajak untuk belajar dari seorang tokoh yang bernama Elia .
  1. Memberikan makan, mengapa memberikan makanan, tujuannya untuk memberikan kesehatan pada tubuh, kerena depresi terkadang menyebabkan orang tidak mau makan, dan lebih berpikir masa lalu dan cenderung untuk mengakhiri hidup. Jadi berikan makan sehingga tubuh menjadi kuat, karena makan memberikan energi untuk tubuh dan pikiran. 
  2.  Perlu pendampingan karena orang seperti ini kecenderungan adalah ingin mengakhiri hidup. dengan mengakhiri hidup maka masalahnya akan selesai, jadi pendampingan itu sangat perlu, dengan pendampingan maka ada pengawasan terhadap orang tersebut. 
  3.  Bangun komunikasi. Dengan membangun komuikasi maka akan membuka pemikiran orang yang sedang depresi tersebut, sehingga bisa menemukan jalan keluar dari pergumulannya tersebut. 
  4. Selalu mengingatkan bahwa ada jalan keluar dalam berbagai pergumulan. Hal ini bisa ditemukan melalui berkomunikasi dan berinteraksi. Dengan berkomunikasi maka akan mendapat berbagai informasi yang menguatkan, yang memberikan jalan keluar dan yang bisa menemukan jalan keluar. Jadi untuk itu semua harus sabar dan yang terpenting adalah dekatkan diri pada Tuhan Yesus sehinga Tuhan juga akan menginspirasinya.
Bacaan 1 Raja-Raja 19:1-18
berada di tempat yang tidak tepat
Nabi Yesaya pernah mengungkapkan nubuatan bahwa orang benar seperti domba yang berada di tengah-tengah serigala. Hal ini bisa terlihat dalam lingungan kita atau tempat-tempat dimana pemimpin-pemimpin yang lalim dan ada orang yang taat pada Tuhan. Atau seperti para penginjil yang ada ditengah-tengah ladang misi dan mengalami berbagai tekanan. Menjadi pertanyaan mengapa Tuhan mengijinkan orang yang takut akan Tuhan berada di lingkungan seperti ini? atau mengapa orang benar berada di tempat yang tidak tepat? Jawabannya adalah

  1. Supaya semakin taat dan tunduk pada Tuhan. Artinya Tuhan menginjinkan orang-orangnya yang taat menemui situasi seperti itu dengan tujuan dan bukan secara kebetulan. Jadi tujuannya apa jika ada dalam situasi seperti ini, tujuannya adalah suatu tantangan bagi orang beriman untuk tetap setia dan taat pada Tuhan ditengah-tengah lingkungan seperti ini. Dengan harapan orang yang jahat atau lalim itu akan melihat dan mengubah hidupnya karena ada contoh atau teladan dari orang yang taat ditengah-tengah mereka
  2. Menolong saudara seiman.Artinya ketika ada dalam situsi seperti ini, bukan berarti orang tersebut sendirian yang ada disituasi sulit, lihatlah sekeliling bahwa ada saudara seiman juga yang sama ada didalam lingkungan yang sulit seperti ini. Artinya Tuhan mengijinkan kita mengalami situasi ini sehingga kita juga bisa berpikir bagaimana dengan saudara seiman yang ada dalam situasi seperti ini sehingga harus timbul rasa untuk saling menolong saudara seiman. 
  3. Berpikir logis.Dalam situsi yang sulit seperti ini terkadang membuat orang hidup dalam khayalan dan tidak berpikir logis, ketika berbagai tawaran yang tidak benar datang mungkin dengan mudah diterima. Berpikir logis, berpikir yang memuliakan Tuhan, apakah Tuhan mau saya lakukan yang seperti ini? Atau apa yang harus dilakukan. Kembali selalu harus ada dalam pemikiran yaitu taat dan takut akan Tuhan sehingga menjaga dalam perilaku ke depan.
Kesimpulannya adalah jika kita ada dalam situasi seperti ini atau situasi yang tidak tepat, ingatlah selalu bahwa Tuhan mengijinkan ini sebagai suatu ujian iman apakah masih mau taat dan tunduk pada Tuhan dalam situasi seperti ini? Diijinkan situasi seperti ini supaya memiliki pengalaman dan mau berbagi atau menolong saudara seiman dalam situasi seperti ini dan yang terakhir adalah selalu berpikir logis dalam berbagai situasi, berpikirlah yang menyenangkan Tuhan. Selalu bertanya dalam hati apakah ini yang Tuhan mau saya lakukan?
Ditengah lingkungan yang tidak mendukung bukan harus mengecilkan iman dan percaya tetapi harus menunjukan kapada lingkungan itu siapa Tuhanmu, sehingga secara tidak langsung kita juga sudah mengijili atau memperkenalkan Tuhan pada lingkungan kita. Ingatlah jangan menjadi sama dengan lingkungan kita tetapi perkenalkan Tuhan pada lingkungan kita.
panggilan untuk mengatakan kebenaran
     II raja-raja 1.

Elia adalah nabi Tuhan, orang yang selalu mendengarkan perintah Tuhan dan memberitakan perintah itu kepada orang yang harus menerimanya. Dalam kisah ini, Elia diminta Tuhan untuk memberitakan tentang kematian raja Ahazia kepada utusan raja Ahazia. Eliapun melakukan itu, karena itu adalah perintah Tuhan. Elia tidak menunda atau merasa takut untuk menyampaikan tentang hukuman kepada raja Ahazia. Hari-hari ini banyak orang tidak bisa menyampaikan kebenaran. Menyampaikan pesan Tuhan kepada pemimpin-pemimpin karena merasa takut akan kehilangan posisinya dalam pekerjaan. Ada juga yang mengungkapkan kita adalah orang timur yang kental akan budaya timur, salah satunya adalah budaya sungkan. Kita perlu ingat bahwa Israel juga ada di wilayah Asia, artinya Elia juga dapat disebut sebagai orang yang mengenal budaya timur. Namun ia menyampaikan perintah itu karena itu adalah perintah Tuhan.
Dalam kisah ini kita juga menemukan ada tiga perwira kerajaan Israel yang datang untuk menemui Elia. Utusan yang pertama menemui Elia dan mengatakan “hai Abdi Allah, inilah titah raja: turunlah” maka jawab Elia “jika benar aku Abdi Allah, biarlah turun api dari langit dan membakar habis engkau dan kelimapuluh anakbuahmu. Maka Api dari Allah turun dan membakar habis perwira itu dan kelima puluh orang yang bersama-sama dengan dia. Raja mengirimkan lagi lima puluh orang yang kedua dan perwira yang keduaupun mengalami nasib yang sama. Maka raja kembali mengirim perwira yang ketiga. Perwira yang ketiga dan anak buahnya tidak mengalami nasib yang sama dengan kedua perwira sebelumnya. Karena ketika perwira ke tiga dan anak buahnya menemui Elia, sang perwira memohon supaya ia dan kelima puluh anak buahnya dikasihani. Memohon supaya nyawa mereka berharga dihadapan Elia, sehingga mereka tidak dimusnahkan dengan api yang dari langit datangnya.
Apa yang membedakan sehingga kerwira ketiga tidak mati seperti perwira pertama dan kedua, karena perwira ketiga datang pada Elia yang adalah hamba Tuhan dan merendahkan diri, ia memohon kepada Elia supaya nyawa mereka mendapat belas kasihan dari Elia. Sedangkan kedua perwira yang pertama, datang dan memberikan perintahkan kepada Elia. Mereka lupa bahwa Elia adalah hamba Tuhan. Maka api yang dari Allah datang dan mengghanguskan kedua perwira itu dan kelimah puluh anak buahnya.
Dari kisah diatas dapat dilihat bahwa seorang hamba Tuhan atau seorang yang dipanggil oleh Allah adalah orang yang diutus oleh Allah. Pada mereka ada otoritas Allah. Maka kita belajar untuk menghargai mereka sebagai pribadi yang dipakai Allah untuk membimbing atau memberitahu kita apa yang Tuhan mau kita lakukan. Melalui mereka Tuhan berbicara untuk mengingatkan kita untuk selalu membangun hubungan yang baik dengan Tuhan.